I Wayan Sumardana alias Tawan seorang tukang las bertangan robot di bengkelnya di Desa Nyuhtebel, Karangasem, Bali, 17 Januari 2016. Tawan menderita lumpuh tangan kirinya sejak 6 bulan lalu, karena kepintarannya Tawan membuat sendiri tangan robotnya dari barang bekas untuk membantunya bekerja sehari-hari.
download (2)
I Wayan Sumardana alias Tawan, seorang tukang las bertangan robot mengelas sepeda di bengkelnya di Desa Nyuhtebel, Karangasem, Bali, 17 Januari 2016. Selain mengelas, keahlian Tawan mulai dari memperbaiki perabot rumah tangga, barang elektronik hingga sepeda motor, ia sering dijuluki Manusia Robot oleh warga sekitar.
download (3)
Bagian mesin dari tangan robot milik Tawan yang membantunya mengelas di bengkel sederhana miliknya. Tawan merancang sendiri tangan robotnya dari barang bekas, seperti komputer, dinamo dan bagian-bagian dari sepeda motor.
download (4)
Tawan memperlihatkan chip yang dipasang di kepalanya untuk menggerakan tangan robotnya. Robot tangan buatannya digerakan dengan sinyal dari kepalanya yang dihubungkan dengan kabel dan rangkaian elektronik.
download
Bagian siku dari tangan kiri Tawan digerakkan oleh gear yang saling terhubung untuk membantunya bergerak saat bekerja. Berbekal kemampuannya dibidang elektronik, Tawan menyelesaikan tangan robotnya dalam waktu dua bulan, namun ia mengaku masih ingin menyempurnakan ciptaanya agar lebih mudah menggerakan jari tangan kirinya.
download (5)
I Wayan Sumardana alias Tawan mengelas dengan alat bantu robot untuk tangan kirinya yang lumpuh di bengkelnya di Desa Nyuhtebel, Karangasem, Bali, 17 Januari 2016. Pria lulusan Sekolah Teknologi Menengah (STM) ini bekerja sendiri dengan bantuan tangan robotnya untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan ketiga anaknya dengan mengelas dan mengumpulkan barang bekas.

Salut buat Mas Tawan… Terbukti sudah dengan kesungguhan hati, perjuangan dan keuletan semua yang terlihat tidak mungkin tercapai akan dapat terwujud seperti kehendak kita. Jangan patah semangat dan tak perlu merasa rendah diri dengan rekan yang bergelar sarjana-doktor-bahkan profesor, mereka belum tentu dapat mencapai titik yang kita capai sekarang. Sebuah titik yang bahkan mungkin tidak dapat mereka capai walau dalam mimpi sekalipun.
Share To:
Magpress

MagPress

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

0 comments so far,add yours